cogitatio nes de mea

kesya. indonesia.
pretty young hello! theme by cissysaurus
02
25

BIAYA KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS

Dalam perjalanan sebuah perusahaan - manufaktur dan operasional lainnya - kini menempatkan profit dalam tujuan mereka untuk terus beroperasi. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi banyak perusahaan untuk meraup profit sebanyak-banyaknya dari penjualan barang kepada konsumen. Sementara konsumen lebih memilih membeli sebuah produk dengan harga yang terjangkau, namun dengan kualitas yang baik. Maka, untuk menjawab akan hal ini, dibutuhkan teknik membuat produk murah yang tetap berkualitas. Biaya kualitas menjawab persoalan tersebut. Biaya kualitas menurut Hansen & Mowen adalah biaya-biaya yang timbul karena mungkin atau telah terdapat produk yang kualitasnya buruk.

Kualitas adalah derajat atau tingkat kesempurnaan, dalam hal ini kualitas adalah ukuran relatif dari kebaikan(goodness). Secara operasional, produk atau jasa yang berkualitas adalah yang memenuhi atau melebihi harapan pelanggan(kepuasan pelanggan). Sedangkan harapan pelanggan dapat digambarkan melalui atribut-atribut kualitas atau sering disebut “dimensi kualitas”. Produk atau jasa yang berkualitas memenuhi atau melebihi harapan pelanggan dalam delapan dimensi:

  1.  Kinerja (performance),
  2.  Estetika(aesthetics),
  3. Kemudahan perawatan dan perbaikan (seriveability),
  4. Fitur (features),
  5. Keandalan(reliability),
  6. Tahan lama (durability),
  7. Kualitas kesesuaian (quality of confermance)
  8. Kecocokan penggunaan (fitness for use)

Biaya kualitas(cost of quality) adalah biaya-biaya yang timbul karena mungkin atau telah terdapat produk dengan kualitas yang buruk. Definisi ini mengimplikasikan bahwa biaya kualitas berhubungan dengan dua subkategori dari kegiatan-kegiatan yang terkait dengan kualitas : kegiatan pengendalian dan kegiatan karena kegagalan. Kegiatan pengendalian ( control activities) dilakukan oleh suatu perusahaan untuk mencegah atau mendeteksi kualitas yang buruk. Jadi, kegiatan pengendalian terdiri atsa kegiatan-kegiatan pencegahan dan penilaian. Biaya penegndalian (control cost) adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan kegiatan pengendalian. Biaya pencegahan terjadi untuk mencegah kualitas yang buruk pada produk atau jasa yan dihasilkan. Sejalan dengan peningkatan biaya pencegahan, kita menghaapkan biaya kegagalan turu. Contoh biaya pencegahan adalah biaya kualitas, pemilihan dan evaluasi pemasok, audit kualitas dan peninjauan desain.

Fungsi Biaya Kualitas.
Terdapat 2 pandangan tentang fungsi biaya kualitas yaitu pandangan tradisional serta pendanga kontemporer.

  1. Pendekatan konvensionla, mendasarkan pada anggaran adanya “trae off” pada biaya kualitas yaitu antara biay pengendalian dan biaya kegagalan
  2. Pendekatan Kontemporer, pendekatan kontemporer tidak mengenal batas toleransi tingkat kerusakan yang masih dapat diterima(AQL). Pendekatan ini menggunakan tingkat kerusakan 0. Pendekatan kontemporer tidak menganggap adanya trade off anatara biaya pengendalian dan kegagalan. Terdapat 3 perbedaan mendasar terhadap biaya kualitas optimal dari sudut pandang kontemporer dari sudut pandang konvensional. Perbedaan yang pertama adalah bahwa menurut pandangan kontemporer, biaya pengendalian tidak akan meningkat tanpa batas pada saatmendekati tingkat kerusakan 0. Perbedaan yang kedua adalah bahwa biaya pengendalian kualitas akan meningkat tetapi kemudian menurun pada saat mendekati tingkat kerusakan 0. Perbedaan yang ketiga adalah biaya kegagalan dapat ditekan sampai mendekati 0.

Produktivitas dapat diukur dengan 2 cara berikut ini:

  1. Partial produktivitas atau produktivitas persiala ditentukan dengan mengukur produktivitas untuk setiap satu jenis output saja
  2. Total productivity atau produktivitas total ditentukan dengan mengukur produktivitas semua jenis input yang digunakan

Efisiensi produktivitas total adalah titik yang memenuhi 2 kondisi:

  1. Technical efficiency, untuk setiap kombinasi input tertentu dapat menhasilkan output dalam jumlaha tertentu, dalam arti tidak ada kelebihan pemakaian input untuk menghasilkan output tertentu.
  2. Input trade-off efficiency,unyuk setiap kombinasi input tertentu dapat menghasilkan output dalam jumlah tertentu dan dapat memberikan biaya yang paling rendah.

 

Links:

depkeu.go.id, bpk.go.id, stan.ac.id